Kereta yang menjadi kendaraan umum di Perancis ini benar-benar menakjubkan, dengan tujuan untuk melestrarikan budaya dan menghargai karya seni, maka seluruh dinding dalam kereta dilukis dengan seni yang luar biasa. Karya seni ini bisa dinikmati selama berkendara dan selama perjalanan penumpang juga dapat mengagumi impresionis lukisan karya Claude Monet dan Camille Pissarro ini.
Dekorasi atap dan tempat duduk yang serasi (Photos by Christophe Recoura)
Dekorasi Dinding dan Pintu yang Indah (Photos by Christophe Recoura)
Dekorasi langit-langit yang menakjubkan (Photos by Christophe Recoura)
Stiker Dinding yang Terasa Lebih Hidup (Photos by Christophe Recoura)
Bis Ini Terdiri Dari 2 Lantai (Photos by Christophe Recoura)
Begitulah keindahan seni yang ditempel menggunakan stiker didalam kereta umum di Perancis ini.

Freeport Ibarat ‘Duri’ Dalam Daging Orang Papua
Freeport Ibarat ‘Duri’ Dalam Daging Orang Papua
Persoalan PT Freeport Indonesia mulai dari dulu sampai sekarang masih belum teratasi secara sistematis. Padahal jika dihitung dan dilihat mereka telah meraup dan menguras harta Indonesia yang ada di Papua. Hingga saat ini masih menjadi pertanyaan ‘BESAR’ tentang kepedulian negeri ini terhadap rakyat Papua.

Berdiri sejak tahun 1966, PT Freeport telah menjadi ‘lumbung harta’ bagi beberapa kalangan yang memiliki kepentingan tertentu. Walaupun mereka mengaku telah memberikan yang terbaik bagi masyarakat Papua, padahal faktanya infrastruktur saja belum banyak yang memadai.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, mengatakan bahwa belum lama ini beliau didatangi oleh tokoh masyarakat Papua yang dulu pernah bekerja di PT Freeport Indonesia. Rizal Ramli mengatakan bahwa PT Freeport Indonesia sangat tidak memperhatikan para pekerjanya maupun masyarakat sekitar area pertambangan tersebut dan penuh dengan sikap Diskriminatif.

Perlakuan diskriminatif ini terbukti pada saat warga Papua yang bekerja di Freeport hendak membelikan beras, gula dan kopi tetangganya. Sebagai pegawai Freeport (warga yang diminta tolong tadi) datang ke supermarket di dalam Freeport dan membeli barang. Setelah mendapatkan barang-barang yang harus dibeli, si pembeli (pegawai Freeport tersebut) langsung menuju kasir untuk melakukan proses pembayaran.
Pada saat mau membayar menggunakan mata uang Indonesia. Uang yang digunakan terlihat kotor. Sehingga kasirnya menyangka bahwa ‘ini pasti dari orang kampung nih’. Lalu kasirnya tak mau menerima uang tersebut. (Kompas.com)
Karena uangnya ditolak, si pembeli yang merupakan salah satu pegawai Freeport tersebut langsung marah hingga gula dan juga beras yang hendak dibeli tadipun akhirnya dilemparkan semua ke arah kasir. Gambaran cerita ini menurut Rizal, terdapat kasus diskriminatif yang terjadi di dalam tubuh PT Freeport Indonesia yang bagaikan sebuah ‘Duri’ di dalam tubuh tanah Papua tercinta.

Juru bicara Freeport, Riza Pratama, ketika dimintai keterangan terkait cerita Rizal diatas mengatakan bahwa dirinya belum pernah mendengar cerita tersebut. Bahkan menurut Riza, Freeport malah telah memberikan kesempatan kepada banyak putra Papua. Diakui terdapat 7 putra Papua yang menjabat sebagai Vice President di PTFI. (kompas.com)

Referensi: HarianPapua/[Kangean.Net]

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Yang Canggih
[KANGEAN.NET] - Belakangan ini ada wacana untuk mengatasi kekurangan listrik didaerah Kepulauan Kangean dan beberapa kepulauan lainnya, maka pemerintah akan membentuk program PLTS. Ada suara sumbang, namun banyak juga yang mendukung. Untuk itu kami ingin memberikan bukti ilmiah tentang peran penting tenaga surya.
Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung menggunakan photovoltaic dan secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya. Photovoltaic mengubah secara langsung energi cahaya menjadi listrik menggunakan efek fotoelektrik. Pemusatan energi surya menggunakan sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik untuk menggerakan mesin kalor.

Berikut ini adalah berbagai macam pertanyaan yang sering timbul mengenai MODUL SURYA.

1. Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dimanfaatkan pada waktu malam?

PLTS dirancang untuk dapat digunakan baik siang maupun malam, seperti layaknya listrik dari PLN. Listrik yang dihasilkan oleh modul surya akan disimpan didalam battery/Accu, sehingga listrik dapat digunakan kapan saja kita butuhkan.

2. Apakah PLTS dapat dimanfaatkan pada waktu musim hujan/mendung?
Perancangan pembuatan system PLTS telah memperhitungkan faktor cuaca sepanjang tahun, Apabila digunakan sesuai dengan petunjuk pemakaiannya, maka PLTS akan dapat digunakan secara normal baik pada musim kemarau maupun pada musim hujan. Hal ini dimungkinkan karena ukuran modul surya dan battery/accu telah diperhitungkan dengan mempertimbangkan perubahan cuaca sepanjang tahun dan besarnya kebutuhan listrik harian. Sehingga pada saat musim hujan listrik dalam battery pelan-pelan turun karena listrik yang dihasilkan modul surya cenderung lebih kecil dari pemakaian, sebaliknya pada musim kemarau listrik yang dihasilkan modul surya cenderung lebih besar dari pemakaian sehingga listrik dalam battery pelan-pelan penuh kembali. Meskipun hujan/mendung, PLTS masih tetap dapat menghasilkan listrik, selagi masih ada cahaya.

3. Apakah PLTS sama dengan ”solahart” (solar water heater)?

PLTS yang dimaksud disin adalah Solar Photovoltaic, yang merubah cahaya matahari menjadi listrik. Tentu saja ini berbeda dengan solar water heater yang menyerap energi panas matahari untuk memanaskan air, yang masuk dalam kategori solar thermal. Oleh karenanya, apabila mendung, PLTS masih tetap dapat menghasilkan listrik sejauh masih ada cahaya, sedangkan solar water heater tidak dapat memanfaatkanya.

4. Benarkah PLTS masih terlalu mahal?
Dengan dilepasnya subsidi terhadap BBM, listrik PLTS sekarang sudah lebih ekonomis dibandingkan dengan listrik dari genset (diesel), atau jika dibandingkan dengan petromak sekalipun. Apalagi jika untuk di pedesaan atau daerah/pulau terpencil dimana harga BBM sangat mahal. Jika dibandingkan dengan tarif PLN, maka listrik dari PLTS memang masih relatif mahal, hal ini karena tarif pln tidak ditentukan berdasarkan nilai ke-ekonomiannya dan untuk beberapa kelas konsumen masih mengandung subsidi dari pemerintah. Oleh karenanya plts banyak digunakan untuk daerah-daerah dimana PLN belum masuk. Meskipun demikian, untuk beberapa daerah, PLN juga mulai menggunakan PLTS yang dikombinasikan dengan genset untuk mengurangi biaya operasional genset yang sangat mahal.

5. Listrik dari PLTS hanya dapat digunakan untuk lampu apakah benar?
PLTS pada prinsipnya adalah alat pencatu daya. Listrik yang dihasilkannya dapat digunakan untuk segala macam keperluan, mulai dari lampu penerangan, penyejuk ruangan, alat elektronik, bahkan untuk menggerakkan mobil/pesawat terbang/dan kapal fery.

6. Benarkah PLTS hanya cocok untuk daerah terpencil?
PLTS dapat dimanfaatkan dimana saja selama ada cahaya matahari, baik untuk daerah terpencil maupun perkotaan, bahkan sampai di luar angkasa (untuk satelit). Penggunaan di daerah terpencil, saat ini masih mendominasi karena di daerah terpencil tidak ada pilihan lain selain dengan plts. Belakangan ini di Indonesia PLTS mulai banyak dimanfaatkan di perkotaan/gedung-gedung, baik karena alasan teknologi yang ramah lingkungan, maupun alasan teknis seperti untuk back up jika terkena giliran pemadaman, maupun untuk meningkatkan kualitas listrik.

7. Apakah PLTS bisa menghasilkan listrik AC (alternatif current, arus bolak-balik)?
Listrik yang dihasilkan oleh modul surya adalah listrik DC (direct current, arus searah), apabila dibutuhkan listrik AC maka system plts harus dilengkapi dengan inverter (pengubah arus dc ke ac).

8. Dapatkah PLTS digunakan untuk kebutuhan listrik besar?
Di Indonesia PLTS sebagian besar masih digunakan untuk system kecil, 50-100Wp. Penggunaan dengan kapasitas besar mulai dilakukan sejak tahun 2000an, dimana PLTS digunakan dengan kombinasi genset (hybrid) maupun untuk grid connected di beberapa gedung di Jakarta. Untuk hybrid kapasitas s/d 100 kW mulai banyak digunakan. System PLTS terbesar didunia saat ini adalah 6MW yang dipasang di Jerman.

Sumber: SuaraSemarang.com/[Kangean.Net]

Eropa dan AS Antisipasi Bahaya Erupsi Matahari

[KANGEAN.NET] - Aktivitas luar angkasa dapat memengaruhi pelbagai bidang kehidupan di bumi. Salah satunya adalah matahari, yang badainya dapat menimbulkan kehancuran bagi barang-barang elektronik.

Eropa tengah mempersiapkan suatu sistem peringatan yang akan membantu melindungi kehidupan bumi dari aktivitas matahari. Europe Space Agency memperkerjakan 14 orang ilmuwan lintas negara untuk sistem peringatan ini. Pengamatan akan terus dilakukan hingga 140 tahun ke depan.

“Kami memanfaatkan para ahli luar angkasa yang Eropa miliki,” kata penanggung jawab sistem jaringan ini, Alexi glover, seperti dilansir dari situs resmi ESA pada 5 November waktu setempat.

Mereka akan mengamati data waktu nyata matahari untuk membuat perhitungan, ramalan, peringatan, dan analisis kondisi. Data sendiri dikumpulkan baik dari sensor luar angkasa maupun di permukaan bumi. Kebanyakan yang dilihat adalah kegiatan matahari yang berpengaruh pada lingkungan, dari atmosfer hingga di atas tanah.

Eropa sengaja mengambil tindakan ini lantaran ancaman bahaya yang tengah dihadapi bumi akibat kegiatan matahari. Salah satu yang cukup mengancam adalah erupsi lapisan atmosfer terluar matahari, atau dikenal dengan coronal mass ejections (CME). Erupsi ini dapat menimbulkan badai di lapisan magnetosfer bumi.

Hal ini dapat mengacaukan medan magnet bumi, yang berimbas pada kehancuran tenaga listrik juga satelit di bumi. Para peneliti mengatakan bumi akan kembali ke zaman kegelapan tanpa tenaga listrik.

Tak hanya Eropa, Amerika Serikat pun sadar betul akan bahaya ini. Gedung Putih sudah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi bahaya CME. “Kalau terjadi, kerugiannya diprediksi sebesar US$ 2 triliun,” seperti tertulis di laporan resmi pemerintah Amerika. Angka ini dua kali lebih besar bila dibandingkan kerugian akibat bencana alam.

Meski belum ada peringatan akan bahaya ini dalam tahun-tahun mendatang, NASA memperkirakan ada 12 persen CME yang akan mengenai bumi dalam 10 tahun mendatang. Untuk itu, AS mempersiapkan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) untuk mengamati matahari setiap saat.

“Kami akan memberi peringatan 12 hingga 15 jam sebelum ledakan terjadi kepada maskapai, operator satelit luar angkasa, dan perusahaan energi,” kata Thomas Berger, Direktur NOAA. Ia mengatakan, itu adalah hal terbaik yang dapat mereka lakukan. Belum ada teknologi yang mampu memprediksi badai ini dalam kurun waktu lebih cepat.

Sumber: Tempo.co [Kangean.Net]

Illustrasi Smartphone 2016 Mendatang
Produsen smartphone berbasis Android diramalkan akan mengandalkan fitur pemindai sidik jari dan Force Touch ke berbagai perangkat baru mereka di 2016 mendatang. Pasalnya, para produsen smartphone tengah berusaha untuk meningkatkan kinerja produk baru mereka untuk bersaing lebih efektif dengan perangkat iPhone terbaru buatan Apple.

Desainer perangkat smartphone di Taiwan dan China diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari tren yang muncul belakangan ini. Meningkatnya penetrasi sensor sidik jari diramalkan akan merambah ke perangkat menengah dan high-end berbasis Android.

Diperkirakan tren ini akan tumbuh secara signifikan di tahun depan. Sementara fitur Force Touch cenderung menjadi fitur standar di perangkat Adroid premium pada 2016 nanti. Selain itu, berkat meningkatnya popularitas teknologi NFC untuk layanan pembayaran mobile, permintaan fitur sensor sidik jari juga kemungkinan akan dipergunakan untuk memperluas popularitas layanan pembayaran ini di tahun 2016.

Vendor desainer IC yang berbasis di Taiwan, seperti Egis Teknologi, Elan Microelectronics dan FocalTech Sistem, serta vendor lain yang berbasis di China, seperti Silead dan Goodix telah mulai memasok teknologi sensor sidik jari meski dalam volume kecil.

Selain itu, FocalTech, Elan, dan Goodix telah melangkah lebih jauh lagi ke sensor Force Touch. Tiga perusahaan tersebut diharapkan akan menerima pesanan lebih banyak lagi pada 2016 mendatang. [ikh]

Sumber : inilah.com / [Kangean.Net]

Menganalisis Sesuatu di Balik e-KTP
PENGADAAN Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik sedang berlangsung. Sosialisasi proyek berbiaya Rp5,84 triliun itu terus digalakkan. Salah satu manfaat yang menjadi ‘jualan’ pemerintah adalah, e-KTP akan mampu berkontribusi bagi keamanan nasional, khususnya dalam menekan ruang gerak para teroris .

Terduga teroris kerap ditemui dengan banyak identitas palsu. Dengan e-KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), identitas palsu diklaim akan segera dapat diketahui karena tertolak oleh sistem. 

Keyakinan tersebut boleh jadi dapat diperdebatkan. 
Di era teknologi informasi yang semakin canggih, data keamanan nasional tingkat tinggi sekalipun rentan terhadap aktivitas para peretas dan pencuri data. Kasus bocornya ratusan ribu dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) oleh Wikileaks bisa menjadi contoh.

Namun, pemerintah tetap yakin. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sang pemilik proyek, mengklaim e-KTP a la Indonesia tidak akan dapat ditembus serta disalahgunakan . Keyakinan itu mereka wujudkan dengan melibatkan bantuan dari 15 lembaga seperti BIN, BPPT, ITB, dan Lembaga Sandi Negara.

Pertanyaannya kini, bagaimanakah jika penyalahgunaan data e-KTP dilakukan negara?
Satu hal yang mungkin belum menjadi concern publik, dalam kaitan dengan e-KTP, adalah keterlibatan L-1 Identity Solutions sebagai penyuplai perangkat perekam sidik jari atau AFIS (Automated Fingerprint Identification System) dalam proyek e-KTP di Indonesia.

Perhatian publik selama ini tertuju pada dugaan adanya kolusi dan korupsi dalam tender pengadaan e-KTP. Seperti pernah dilaporkan secara khusus oleh sebuah media nasional , pemenang tender sudah dirancang sedari awal. Sejumlah rapat, yang dihadiri pihak penawar (yang kemudian menjadi pemenang), sejumlah vendor (termasuk perwakilan L-1), dan pemilik tender (pemerintah) terjadi jauh sebelum pemenang tender diumumkan.

L-1 Identity Solutions
TERLEPAS dari semua itu, ada baiknya kita mencermati keberadaan L-1 dalam proyek e-KTP (L-1 mengutus seorang Lead Solution Architect ke Indonesia selama pengadaan e-KTP), bukan dalam konteks kolusi proyek tapi keamanan nasional.

L-1 Identity Solutions Inc., perusahaan besar dengan nama besar, tapi kredibilitas meragukan. L-1, berbasis di Stamford, Connecticut, AS, adalah salah satu kontraktor pertahanan terbesar. Perusahaan, yang berdiri pada Agustus 2006, ini mengambil spesialisasi dalam bidang teknologi identifikasi biometrik (seperti sidik jari, retina, dan DNA). L-1 juga menyediakan jasa konsultan dalam bidang intelijen.

Pendapatan L-1 per tahun diperkirakan mencapai angka US$1 miliar pada 2011 . Stanford Washington Research Group , dalam lapoannya, menyebut L-1 sebagai pemimpin pasar internasional proyek identitas biometrik yang diperkirakan bernilai US$14 miliar selama periode 2006-2011.

L-1 menebar proyek hingga ke lebih daripada 25 negara. Di AS, L-1 digandeng Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri dalam proyek visa, paspor, dan SIM. Sejumlah kalangan menyebut L-1 kian memonopoli bisnis identitas di AS, dan secara global, apalagi setelah mereka diakuisisi Safran Morpho, perusahaan keamanan multinasional asal Prancis, pada Juli 2011 .

Jika melihat siapa di balik L-1, maka kita tak perlu heran melihat prestasi “bebas-hambatan” di atas. Manajemen puncak L-1 , secara khusus, memiliki sejarah hubungan dekat dengan CIA, FBI, dan organisasi pertahanan AS lainnya. Mereka, pada umumnya, memiliki latar belakang dan rekam jejak yang seharusnya membuat kita tidak nyaman.

L-1 mencatat nama George Tenet, mantan Direktur CIA, dalam dewan direktur . Pada 2006, CEO L-1 Robert V LaPenta pernah berujar, “Anda tahu, kami tertarik dengan CIA, dan kami memiliki Tenet .” Tenet terkenal berkat kemahiran berdusta. Dia terungkap memberi informasi intelijen palsu kepada diplomat AS soal keberadaan senjata pemusnah massal di Irak, yang kemudian berujung pada invasi Irak 2003.

Ada nama lain, seperti Laksamana James M Loy sebagai direktur . Karir Loy merentang dari komandan US Cost Guard (1998-2002), wakil menteri untuk Keamanan Transportasi (2002-2003), dan wakil menteri keamanan dalam negeri (2003-2005).

Robert S Gelbard , salah satu anggota dewan direktur, pernah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden AS untuk Balkan pada masa pemerintahan Bill Clinton. Yang lebih menarik, mantan wakil menteri luar negeri 1993-1997 itu pernah bertugas di Indonesia sebagai duta besar pada 1999-2001.
Nama direktur lainnya adalah BG (Buddy) Beck, bekas anggota Dewan Sains Pertahanan (DBS), yang memberi rekomendasi perkara iptek kepada militer AS. Lalu, Milton E Cooper , mantan kepala Dewan Penasehat Sains Nasional, lembaga yang menginduk kepada militer. Dan Louis H Freeh, mantan direktur FBI (1993-2001) .

Safran Morpho, pemilik baru L-1 juga tak terlalu ‘bersih’ dalam urusan figur kontroversial. Di sana duduk Michael Chertoff, mantan menteri Keamanan Dalam Negeri AS pada masa pemerintahan George W Bush, sebagai penasehat strategis . Chertoff adalah salah seorang perancang USA PATRIOT Act, undang-undang yang menumbuhsuburkan pengawasan dan penyadapan oleh FBI terhadap telepon, e-mail, dan data pribadi lainnya. Chertoff juga pendukung maniak pemindaian seluruh tubuh (full body scanning) (teknologi pemindai “full body” yang diterapkan AS mampu menunjukkan permukaan telanjang kulit di bawah pakaian, termasuk lekuk payudara dan kemaluan. Bahkan, versi terbaru dilaporkan bisa menghadirkan image “full color ”).

Nama di atas tentu saja tak bisa secara langsung dihubungkan dengan potensi ancaman e-KTP terhadap keamanan nasional Indonesia. Namun, kedekatan mereka dengan intelijen dan militer negara Abang Sam sudah seharusnya menjadi perhatian.

Di AS sendiri, muncul gerakan publik “Stop Real ID”. Gerakan itu menolak proyek “Real ID” (semacam e-KTP). Demikian pula di India. Koalisi LSM pemerhati hak sipil membentuk gerakan yang menolak proyek Unique Identity Number (UID) yang disebut “Aadhaar”. Gerakan itu mereka sebut “Say No to Aadhaar”. Baik Real ID di AS maupun Aadhaar di India melibatkan L-1 Identity Solutions sebagai vendor dan konsultan.

Potensi Ancaman
POTENSI ancaman e-KTP terhadap keamanan nasional, lebih jauh, bisa dilihat dengan memerhatikan indikasi berikut.

Pertama, adanya upaya untuk secara internasional berbagi data biometrik. AS, pada khususnya, adalah negara yang bersikeras untuk berbagi data biometrik dengan negara lain.
Dalam kesaksian di hadapan Subkomite Keamanan Dalam Negeri DPR AS pada 2009, Kathleen Kraninger (Deputi Asisten Menteri untuk Kebijakan) dan Robert A Mocny (Direktorat Perlindungan Nasional US-VISIT) menyatakan sebagai berikut :
“Untuk memastikan bahwa kita mampu menghancurkan jaringan teroris sebelum mereka sampai ke Amerika Serikat, kita harus berada di depan dalam mengendalikan standar biometrik internasional. Dengan mengembangkan sistem yang kompatibel, kita akan mampu berbagi informasi teroris internasional dengan aman demi memperkuat pertahanan kita.”
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh S Magnuson pada 2009 pada majalah “National Defense”, berjudul “Defense Department Under Pressure to Share Biometric Data ”, pemerintah AS mengklaim telah memiliki kesepakatan bilateral dengan sekitar 25 negara untuk berbagi data biometrik.
“Setiap kali pemimpin negara lain mengunjungi Washington dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Luar Negeri akan memastikan bahwa mereka menandatangani kesepakatan (berbagi data biometrik) tersebut.”
Washington tampaknya tak hanya menempuh cara formal. Seperti pernah diungkap dalam kabel diplomatik AS—yang dibocorkan Wikileaks—Kementerian Luar Negeri AS menginstruksikan diplomat AS untuk secara rahasia mengumpulkan identifikasi biometrik para diplomat negara lain .
FBI tak ketinggalan . Seraya mengklaim ingin membuat “dunia lebih aman”, FBI mendesak inisiatif berbagi data biometrik di antara negara-negara.

Kedua, lemahnya undang-undang terkait pengamanan database kependudukan, terutama jika memperhatikan upaya berbagi data dengan negara lain.

UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sangat minim mengatur isu perlindungan dan keamanan data. Isu berbagi data dengan negara lain sama sekali tak diatur. Bahkan, lebih jauh, UU tersebut ‘memberi’ celah bagi pemegang kekuasaan untuk “mengubah”, “meralat”, dan “menghapus” tanpa sepengetahuan sang pemilik data, warga negara itu sendiri. Ini rentan bagi upaya manipulasi data demi kepentingan tertentu.

Aturan turunannya lebih buruk lagi. PP 37/2007 membuka peluang bagi siapa pun, termasuk pihak swasta, untuk memperoleh dan menggunakan database kependudukan dengan syarat yang ringan: izin menteri. Di sini lagi-lagi, hak konstitusional warga negara untuk dilindungi privasinya terganggu. Tak ada satu klausul pun dalam peraturan itu yang mewajibkan adanya pengetahuan si pemilik data.

Tekanan negara Abang Sam terhadap Indonesia untuk berbagi data biometrik sangat mungkin terjadi. Apalagi mantra “perang melawan teroris” masih terlampau sakti bagi sebagian besar pejabat Indonesia yang tak punya nyali. Terlebih kata ‘berbagi’ kerap tak berlaku timbali balik, alias sepihak demi keuntungan negara yang lebih kuat.

Menjual privasi demi keamanan negara (aman dari teroris, katanya) mungkin bisa dianggap sikap patriotis seorang warga negara. Namun, seperti dikatakan salah seorang “founding father” AS, Benjamin Franklin:

“People willing to trade their freedom for temporary security deserve neither and will lose both.”
Apakah kita mau kehilangan keduanya? (jemala) [GM/BringbackIslam]

Tampilan Console PS4 yang Resmi
Setelah banyak muncul isu-isu mengenai tampilah console game keluaran Sony yaitu Playstation 4. Akhirnya Sony memperkenalkan console game kebanggaan mereka secara resmi ke publik. PlayStation 4 ini secara resmi di perkenalkan ke publik saat ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2013 yang digelar di Los Angeles.

Game ini diperkenalkan secara langsung oleh President and Chief Executive Sony Computer Entertainment of America, Andrew House, memamerkan konsol tersebut pada acara konferensi pers di E3. Demikian dilansir sfgate.com, Selasa (11/6/2013). Peluncuran console PS4 ini dilaksanakan setelah pesaing mereka yaitu Microsoft yang mempunyai console Xbox One merilis tampilan dan harga dari Xbox One.

Berbeda dengan rumor-rumor yang berkembang, seperti Stick dan mesin transparant dengan bentuk yang super tipis, tampilan dari PS 4 ini masih menggunakan warna kebesarannya yaitu warna Hitam yang mendominasi. Tapi, tentu saja untuk bentuk Console berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena kali ini PS 4 tampil dalam bentuk yang lebih modern dan ramping. Untuk Stick dari PS4 ini, tentu saja memiliki bentuk yang lebih nyaman saat digunakan para gamer.

Satu yang tidak kalah penting yaitu harga consol. Untuk para Gamers, sebuah harga juga merupakan tolak ukur sebuah console untuk pertimbangan mereka saat menggunakan sebuah console. Mereka akan mencari console game yang lebih murah dan tentu saja memiliki fitur yang canggih. Dan kabar baiknya adalah, PS 4 ini natinya akan dibandrol lebih murah dari pesaing mereka yaitu Xbox One. Microsoft sebelumnya telah membandrol harga console Xbox mereka sebesar US $499., dan Sony sendiri akan memasarkan PS4 ini dengan harga hanya US$399. Sungguh murah bukan? dibanding dengan Xbox One?
“PlayStation 4 game berbasis disk tidak perlu terhubung secara online untuk bermain atau jenis otentikasi,” kata Jack Tretton. “Jika Anda menikmati bermain game single-player offline, di PS4 Anda tidak akan perlu check-in secara online dan game yang anda mainkan tidak akan berhenti bekerja walaupun Anda belum dikonfirmasi dalam 24 jam.” Lanjut Presiden dan CEO Sony Computer Entertainment Of America.
Berarti dengan penegasan dari Tretton ini, gamer yang bermain PS4 tidak perlu terhubung ke Internet untuk bisa bermain game dan asyiknya lagi, game yang pernah dimainkan di konsol PlayStation sebelumnya juga dipastikan tetap bisa dimainkan di PS4. Dengan kelebihan in bukan tidak mungkin, PS 4 akan diserbu banyak gamers di Seluruh dunia.

Selain itu, PS4 juga telah dilengkapi kemampuan untuk menyiarkan live streaming permainan, serta dapat mengakses film, acara TV dan musik. Sony rencananya akan memasarkan konsol PS4 mulai musim liburan (Desember) tahun ini juga. []butekno/lintaskangean

Smartphone Untuk Bergaya
Dewasa ini, penjualan smartphone semakin marak di Indonesia. Karena semakin banyak pula pengguna dan pencinta smartphone dengan berbagai macam merk yang canggih dan ternama. Khususnya bagi sebagian anak muda yang menggunakan smartphone untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Tapi ternyata smartphone yang diciptakan demi memudahkan komunikasi dan segala hal yang berhubungan dengan teknologi ini sudah menjadi sesuatu yang tidak sejalan dengan manfaatnya. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menjadikan smartphone dan segala macam gadget canggih di zaman sekarang sebagai gaya hidup. Salah satu alasan mendasar yaitu ingin terlihat keren dengan smartphone terbaru merupakan gaya hidup baru masa kini. Khususnya selama masa lebaran atau idul fitri ini.

Dari tahun ke tahun, ponsel yang muncul semakin canggih dan canggih. Sehingga kebutuhan setiap orang akan ponsel yang canggih tersebut terkesan menjadi suatu keharusan. Dan menjelang lebaran, orang-orang berlomba-lomba membeli atau mengganti handphone dalam rangka lebaran dan pulang mudik ke kampung halaman.

Apalagi dengan maraknya pengguna smartphone sekarang ini, orang-orang lebih memilih smartphone canggih tersebut dibandingkan dengan handphone canggih biasa. Dan menurut suatu penelitian, pembeli smartphone tersebut kini bukan hanya kalangan menengah ke atas. Bahkan kebanyakan dari mereka adalah kalangan menengah ke bawah yang ingin merasakan memiliki salah satu handphone canggih berlabel smartphone dengan banyaknya fitur dan aplikasi terkini.

Bahkan menurunnya harga setiap smartphone sekarang menjadi salah satu faktor atau penyebab mengapa banyak orang yang ingin membeli dan menggunakan handphone pintar tersebut. Untuk pembeli dari kalangan menengah ke bawah umumnya belum menguasai sepenuhnya cara kerja dari handphone pintar tersebut. Sehingga kebanyakan dari mereka hanya menggunakan smartphone tersebut untuk bergaya di kampung halaman. Selebihnya mereka hanya mengerti cara menelfon dan mengirim SMS saja.

Tapi, smartphone yang dijadikan gaya hidup bukan milik kalangan menengah ke bawah saja. khususnya kalangan menengah ke atas, mereka juga menggunakan gadget yang mereka miliki hanya untuk bergaya. Walaupun tentunya mereka lebih mengerti dari cara kerja handphone canggih tersebut.

Penjualan handphone menjelang lebaran pun melonjak sampai tujuh puluh persen. Dan kebanyakan dari pembelian handphone tersebut adalah smartphone. Tapi menurut data dari salah satu pengguna provider menyebutkan bahwa aplikasi pelanggan yang bisa digunakan pada beberapa handphone pintar sekitar tiga puluh persen aplikasi tidak terpakai. Data tersebut menunjukkan, masih banyak orang yang belum mengerti penggunaan handphone pintar tersebut. []butekno/lintaskangean
Powered by Blogger.